Selasa, 17 Mei 2016

Manusia dan Keindahan

A. KEINDAHAN
            Kata keindahan berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek, dan sebagainya. Benda yang mempunyai sifat indah ialah segala hasil seni, pemandangan alam, manusia, rumah, tatanan, perabot rumah tangga, suara dan sebagainya. Kawasan keindahan bagi manusia sangat luas, seluas keanekaragaman manusia dan sesuai pula dengan perkembangan teknologi, sosial dan budaya. Keindahan merupakan bagian dari hidup manusia.
a. Apa itu keindahan?
            Keindahan dalam arti luas merupaka pengrtian semuala dari bangsa yunani dulu yang didalamnya tercakup pula kebaikan. Plato misalnya menyebut tentang watak yang indah dan hukum yang indah, sedang Aristoteles merumuskan keindahan sebagai sesuatu yang selain baik juga menyenangkan. Pengertian keindahan yang seluas-luasnya meliputi :
Ø keindahan Seni
Ø Keindahan Alam
Ø keindahan Moral
Ø Keindahan Intelektual
            keindahan dalam arti estetis murni menyangkut pengalaman estetis dari seseorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang dicerapnya. Sedang keindahan dalam arti terbatas lebih disempitkan sehingga menyangkut benda-benda yang dicerapnya dengan penglihatan, yakni berupa kendahan dari bentuk dan warna. Keindahan tersusun dari berbagai keselarasan dan kebaikan dari garis, warna, bentuk, nada dan kata-kata. Keindahan adalah suatu kumpulan hubungan-hubungan yang selaras dalam suatu benda dan diantara benda itu dengan si pengamat.
b. Nilai Estetik
Nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan disebut nilai estetik. Istilah nilai sering dipakai sebagai suatu kata benda abstrak yang berarti keberhargaan atau kebaikan. Dalam Dictionary Of Sociology and related science diberikan perumusan tentang value yang lebih terinci lagi. Menurut kamus itu selanjutnya nilai adalah-semata-mata suatu realita psikologis yang harus dibedakan secara tegas dari kegunaan, karena terdapat dalam jiwa manusia dan bukan pada bendanya itu sendiri. Nilai itu oleh orang dipercaya terdapat pada suatu benda sampai terbukti letak kebenarannya.
c. Kontemplasi dan Ekstansi
            Keindahan yang didasarkan pada selera seni didukung oleh faktor kontemplasi dan ekstansi. Kontemplasi adalah dasar dalam diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah. Ekstansi adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasakan dan menikmati sesuatu yang indah. Apabila kedua ini dihubungkan maka akan terjadi penilaian bahwa sesuatu itu indah. Apabila kontemplasi dan Ekstansi dihubungkan dengan kreativitas, maka kontemplas itu faktor pendoong untuk menciptakan keindahahn. sedangkan ekstansi merupakan faktor pendorong untuk merasakan, menikmati keindahan.
d. Apa sebab manusia menciptakan keindahan?
1.     Tata nilai yang telah usang
2.     Kemrosotan zaman
3.     Penderitaan manusia
4.     Keagungan Tuhan
e. Keindahan Menurut Pandangan Romantik
B. RENUNGAN
            Renungan berasal dari kata renung yang artinya diam-diam memikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Renungan adalah  hasil merenung. Dalam merenung untuk menciptakan seni ada beberapa teori. Teori itu adalah teori metafisik, dan teori psikologik
a. Teori Pengungkapan
            Dalil teori ini ialah bahwa seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan manusia. Teori ini terutama bertalian dengan apa yang dialami oleh seseorang seniman ketika menciptakan suatu karya seni.
b. Teori Metafisik
            Teori seni yang bercorak metafisik merupakan salah satu teori yang tertua, yakni berasal dari Plato yang karya-karya tulisannya untuk sebagian membahas estetika filsafati, konsepsi keindahan dan teori seni. Metafisika plato  mendalilkan adanya dunia ide pada taraf tertinggi sebagai realita ilahi. Pada taraf yang lebih rendah terdapat realita duniawi ini yang mencerminkan semu dan mirip realita ilahi itu. Dan Karya seni manusia hanyalah tiruan dari realita duniawi.
c. Teori Psikologis
            Sebagian ahli estetik dalam abad modern menelaan teori-teori seni dari sudut hubungan karya seni dan alam pikiran penciptanyadengan mempergunakan metode-metode psikologis. Misalnya berdasarkan psikoanalisa dikemukakan teori bahwa proses penciptaan seni adalah pemenuhan keinginan - keinginan bawah sadar dari seorang seniman. Sedang karya seninya itu merupakan bentuk terselubung atau diperhalus yang diwujudkan keluar dari keinginan-keinginan itu.
C. KESERASIAN
            Keserasian berasal dari kata serasi dan dari kata rasi, artinya cocok, kena benar, dan sesuai benar. Kata cocok, kena dan sesuai itu mengandung unsur perpaduan, pertentangan, ukuran dan simbang. Dalam pengertian perpaduan misalnya, orang berpakaian harus dipadukan warnanya bagian atas dengan bagian bawah. Atau sesuaikan dengan kulitnya. Apabila perpaduan kurang cocok maka akan merusak pemandangan, tetapi jika serasi akan membuat orang puas karenanya.
a. Teori Objektif dan Teori Subjektif
            Teori objektif berpendapat bahwa keindahan atau ciri-ciri yang mencipta nilai estetik adalah sifat yang memang telah melekat pada bentuk indah yang bersangkutan, terlepas dari orang yang mengamatinya. Teori subjektif menyatakan bahwa ciri-ciri yang menciptakan keindahan suatu benda itu tidak ada, yang ada hanya perasaan dalam diri sesorang yang mengamati suatu benda.
b. Teori Perimbangan

            Teori perimbangan tentang keindahan dari Bangsa Yunani kuno dulu dipahami dalam arti yang lebih terbatas. Yakni secara kualitatif yang diungkapkan dengan angka-angka. Keindahan diangggap sebagai kualitas dari benda-benda yangdisusun. Hubungan dari bagian-bagian yang menciptakan keindahan dapat dinyatakan sebagai perimbangan atau perbandingan angka-angka.

PPT : Manusia dan Keindahan
https://docs.google.com/presentation/d/1VxtX9r_Lw6YwK5S2Vrmkb4rWTU9Fd6xOF_W2vaNPFxw/edit?usp=sharing

Manusia dan Cinta Kasih

A. PENGERTIAN CINTA KASIH
            Menurut kamus umum bahasa indonesia, cinta adalah rasa sangat suka atau sayang , ataupun sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian arti cinta dan kasih hampir besamaan, sehingga rasa kasih memperkuat rasa cinta. karena itu cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.
B. CINTA MENURUT AJARAN AGAMA
            Dalam kehidupan manusia, cinta menampakkan diri dalam berbagai bentuk. Kadang-kadang sesorang mencintai dirinya sendiri. Kadang-kadang mencintai sesorang. Atau juga istri dan anaknya, hartanya, atau Allah dan Rasulnya. Berbagai bentuk cinta ini bisa kita dapatkan dalam kitab suci Al-Qur'an.
Cinta Diri
            Cinta diri erat kaitannya dengan dorongan menjaga diri. Manusia senang untuk tetap  hidup, mengembangkan potensi dirinya dan mengaktualisasikan diri.Pun ia mencintai segala sesuatu yang mendatangkan kebaikan pada dirinya.
Cinta Kepada Sesama Manusia
            Agar manusia dapat hidup dengan penuh keserasian dan keharmonisan dengan manusia lainnya, tidak boleh tidak ia harus membatasi cintanya pada diri sendiridan egoismenya. Pun hendaknya ia menyeimbangkan cintanya itu dengan cinta dan kasih sayang pada orang-orang lain, bekerja sama dengan memberi bantuan kepada orang lain. Alqur'an juga menyeru kepada orang-oang yang beriman agar saling cinta-mencintai seperti cinta mereka kepada diri mereka sendiri.
Cinta Seksual
            Cinta erat kaitannya dengan dorongan seksual, karena ialah yang bekerja dalam melestarikan kasih sayan, keserasian, dan kerjasama antara suami istri. Ia merupakan faktor primer bagi kelangsungan hidup keluarga.
Cinta Kebapakan
            Ahli ilmu jiwa modern berpendapat bahwa dorongan kebapakan merupakan dorongan psikis. Dorongan ini nampak jelas dalam cinta bapak kepada anak-anaknya, karena merka sumber kesenangan dan kegembiraan baginya dan sumber kekuatan dan kebanggaan.
Cinta Kepada Allah
            Puncak Cinta manusia, yang paling bening, jernih dan spiritual ialah cintanya kepada Allah dan kerinduannya kepada-Nya. Tidak hanya dalam sholat, pujian dan doanya saja, tetapi juga dalam semua tindakan dan tingkah lakunya. Semua tngkah laku dan tindakannya ditujukan kepada Allah, mengharapkan penerimaan dan Ridha-Nya.
Cinta Kepada Rasul
            Cinta kepada Rasul yang diutus Allah sebagai rahmah bagi seluruh alam semesta, menduduki peringkat ke dua setelah cinta kepada Allah. Ini karena Rasul merupakan ideal sempurna bagi manusia baik dalam tigkah laku, moral, maupun berbagai sifat luhur lainnya.
C. KASIH SAYANG
            Pengertian kasih sayang menurut kamus bahasa indonesia adalah perasaaan sayang , perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang. Dalam kasih sayang sadar atau tidak sadar dari masing-masing pihak dituntut tanggung jawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling pengertian, saling terbuka, sehingga keduanya merupakan kesatuan yang bulat dan utuh.
D. KEMESRAAN
            Kemesraan berasal dari kata mesra yang artinya perasaan simpati yang akrab. Kemesraan ialah hubungan yang akrab baik antara pria wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga.Kemesraan pada dasarnya merupakan perwujudan kasih sayang yang mendalam. Kemesraan adalah pewujudan dari cinta. Kemesraan dapat menimbulkan daya kreativitas manusia. Dengan kemesraan orang dapat menciptakan berbagai bentuk seni sesuai dengan kemampuan dan bakatnya.
E. PEMUJAAN
            Pemujaan adalah salahsatu manifestasi cinta manusia kepada Tuhannya yang diwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual. Kecintaan manusia kepada tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia.Hal ini karena pemjaan kepada Tuhan adalah inti, nilai dan makna kehidupan yang sebenarnya.
F. BELAS KASIHAN
            Dalam cinta sesama ini dipergunakan istilah belas kasihan , karena cinta disini bukan karena cakepnya, kayanya, cantiknya, pandainya. melainkan karena penderitaannya. Penderitaan ini mengandung arti yang luas. Mungkin tua, mungkin sakit, yatim, yatim piatu, dan sebagainya. Jadi kata kasihan atau rahmah berarti bersimpati kepada nasib atau keadaan yang diderita orang lain.
G. CINTA KASIH EROTIS

            Cinta kasih erotis yaitu keharusan akan penyatuan yang sempurna, akan penyatuan dengan sesorang lainnya. Pada hakekatnya cinta kasih ersebut bersifat eksklusif. Bukan universal, dan juga barangkali merupakan bentuk cinta kasih yang paling tidak dapat dipercaya.

PPT Manusia dan Cinta Kasih:
https://docs.google.com/presentation/d/1GZK8x4_PNxvXZGtr37Y0amqfd_Ht_W_hoe4uxrIoavE/edit?usp=sharing

Sabtu, 07 Mei 2016

Manusia dan Kebudayaan

A. MANUSIA
            Manusia di alam dunia ini memegang peranan unik, dan dapat dipandang dari banyak segi. Selain itu manusia juga mempunyabanyak kepentingan. Ada 2 pandangan yang digunakan untuk menjelaskan tentang manusia :
1.     Manusia itu sendiri dari empat unsur yang saling terkait yaitu :
a. Jasad
b. Hayat
c. Ruh
d. Nafs
2.     Manusia sebagai suatu kepribadian mengandung tiga unsur yaitu :
a. Id, merupakan struktur  kepribadian yang paling promitif dan paling tidak tampak.
b. Ego, merupakan bagian atau struktur kepribadian yang pertama kali dibedakan dari Id, sering disebut sebagai kepribadian eksekutif karena peranannya dalam menghubungkan enargi Id ke dalam saluran sosial yang daat dimengerti oleh orang lain.
c. Superego, Merupakan struktur kepribadian yang paling akhir yang kira-kira muncul pada umur 5 tahun. Supeego merupakan standar-standar moral.

Kesemua unsur-unsur diatas dapat dijadikan sebagai alat analisa bagi tingkah laku manusia.

B. HAKEKAT MANUSIA
a. Makhluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh.
            Tubuh adalah materi yang dapat dilihat ,diraba, dan dirasa, wujud konkrit tetapi tidak abadi. Jiwa terdapat di dalam tubuh yang sifatnya abstrak, tidak dapat dilihat dan diraba.

b. Makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, jika dibadingkan makhluk lainnya.
            Kesempurnaan manusia terletak pada adab dan ebudayaannya dan juga manusia dilengkapi dengan akal, perasaan dan kehendak yang terdapat didalam jiwa manusia. Dengan akal manusia dapat menciptakan ilmu pengetahuan dan teknologi. Adanya nilai baik dan buruk mengharuskan manusia mampu mempetimbangkan, menilai dan berkehendak. Adanya perasaan manusia mampu menciptakan kesenian. Perasaan dibagi 2 yaitu inderawi dan pancaindra.

c. Makhluk biokultural, yaitu makhluk hayati yang budayawi
            Sebagai Makhluk hayati manusia dapat dipelajari dari segi anatomi, fisiologi, biokimia, psiobiologi, patologi, genetika dan sebagainya. Sebagai makhluk budayawi, manusia dapat diplajari  dari segi-segi kemasayarakatan, kekerabatan, psikologi sosial, kesenian, ekonomi, perkakas, bahasa, dan sebagainya.

d. Makhluk ciptaan Tuhan yang terikat dengan lingkungan (ekologi), mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya.
Hidup manusia memppunyai tiga taraf yaitu estetis, etis dan religius.

C. KEPRIBADIAN BANGSA TIMUR
            Hsu, Sarjana Amerika keturunan Cina mengembangkan suatu konsep bahwa dalam jiwa manusia sebagai makhluk sosial budaya mengandung delapan daerah.
·        Nomor 7 dan 6 disebut daerah tak sadar dan sub sadar.  
·        Nomor 5 disebut kesadaran yang tak dinyatakan.
·        Nomor 4 disebut kesadaran yang dinyatakan
·        Nomor 3 disebut lingkaran hubungan karib
·        Nomor 2 disebut lingkungan hubungan berguna
·        Nomor 1 disebut lingkaran hubungan jauh
·        Nomor 0 disebut lingkaran dunia luar.

D. PENGERTIAN KEBDUDAYAAN
            Kebudayaaan jika dikaji dari bahasa sansekerta berasal dari kata budhayah yang berarti budi atau akal. Dalam bahasa latin, kebudayaan berasal dari kata colere yang berarti mengolah tanah. Jadi kebudayaan secara umum dapat diartikan sebagai "Segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal budi (pikiran) manusia dengan tujuan untuk mengolah tanah atau tempat tinggalnya:, atau dapat pula diartikan segala usaha manusia untuk dapat melangsungkan dan mempertahankan hidupnya di dalam lingkungannya". Budaya dapat ppula diartikan sebagai himpunan pengalaman yang dipelajari, mengacu pada pola-pola perilaku yang ditularkan secara sosial, yang merupakan kekhususan kelompok sosial tertentu.
E. UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN.
C.Kluckhohn di dalam karyanya berjudul Universal Categories of Culture  mengemukakan , bahwa ada tujuh unsur kebudayaan universal, yaitu :
1.     Sistem Religi
2.     Sistem Organisasi
3.     Sistem Pengetahuan
4.     Sistem Matapencaharian hidup dan sistem -siste ekonomi
5.     Sistem teknologi dan peralatan
6.     Bahasa
7.     Kesenian
F. WUJUD KEBUDAYAAN
Menurut dimensi wujudnya, kebudayaan memiliki 3 wujud :
1.     Kompleks gagasan, konsep, dan pikian manusia
Wujud ini disebut sistem budaya, sifatnya abstrak, tidak dapat dilihat, dan berpusat pada kepala-kepala manusia yang menganutnya atau dengan kata lain dalam alam pikiran warga masyarakat dimanakebudayaan besangkutan hidup.
2.     Kompleks Aktifitas
Berupa aktivitas manusia yang saling berinteraksi, bersifat kongkret dapat diamati atau diobservasi.Wujud ini sering disebut sistem sosial.
3.     Wujud sebagai benda
Aktivitas manusia yang saling berinteraksi tidak lepas dari berbagai penggunaan peralatan sebagai hasil karya manusia untuk mencapai tujuannya. Aktivitas karya manusia tersebut menghasilkan benda untuk berbagai keperluan hidupnya. Kebudayaan dalam bentuk fisik yang kongkret bisa juga disebut kebudayaan fisik, mulai dari benda yang diam sampai pada benda yang bergerak.

G. ORIENTASI NILAI BUDAYA

Menurut C.Kluckhohn sistem nilai budaya dalam semua kebudayaan didunia meyangkut lima masalah pokok kehidupan manusia, yaitu :
1.     Hakekat hidup manusia (MH)
2.     Hakekat karya Manusia (MK)
3.     Hakekat Waktu Manusia (WM)
4.     Hakekat Alam manusia (MA)
5.     Hakekan Hubungan manusia (MN)
H. PERUBAHAN KEBUDAYAAN
            Tidak ada kebudayaan yang statis, semua kebudayaan mempunyai dinamika dan gerak. Gerak kebuayaan sebenarnya adalah gerak manusia yang hidup dalam masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan tadi. Gerak manusia terjadi oleh karena ia mengadakan hubungan-hubungan dengan manusia lainnya. Artinya, karena terjadi hubungan antar kelompok manusia di dalam masyarakat.
Terjadinya gerak / perubahan ini disebabkan oleh beberapa hal:
1.     Sebab - sebab yang berasal dari dalam masyarakat dan kebudayaan sendiri, misalnya perubahan jumlah dan komposisi penduduk.
2.     Sebab-sebab perubahan lingkungan alam dan fisik tempat mereka hidup.
I. KAITAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

            Secara sederhana hubungan antara manusia dan kebudayaan adalah, manusia sebagai perilaku kebudayaan, dan kebudayaan merupakan obyek yang dilaksanakan manusia.

Jumat, 29 April 2016

Perbandingan Kebudayaan Indonesia, Jepang dan China

                Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang, dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke generasi.Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian,bangunan dan karya seni.Bahasa sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis.
Budaya Indonesia,dengan jepang dan cina adalah sebagai berikut:
Jepang:
Budaya Harakiri. Harakiri adalah kebiasaan orang Jepang jika mengalami kekalahan atau melakukan kesalahan yang memalukan. Harakiri dilakukan saat seseorang kalah berduel. Tidak tahan menanggung malu. sehingga melakukan harakiri dengan maksud untuk menjaga kehormatannya. Daripada dibunuh atau diampuni lalu hidup terhina, lebih baik berbesar hati mengakui kekalahan lau mati dengan terhormat. Sampai sekarang, harakiri masih ada di kehidupan orang Jepang.Para koruptor jepang di sana pasti akan melakukan harakiri karena tak sanggup menahan malu, inilah yang menyebabkan jepang tidak masuk dalam 10 besar Negara Asia terkorup.  Intinya mereka itu tahu malu, disiplin, dan cinta negara.
Tradisi penamaan di Jepang :

Nama di Jepang terdiri dari dua bagian : family name dan first name. Nama ini harus dicatatkan di kantor pemerintahan (kuyakusho), selambat-lambatnya 14 hari setelah seorang bayi dilahirkan. Semua orang di Jepang kecuali keluarga kaisar, memiliki nama keluarga.
Tradisi pemakaian nama keluarga ini berlaku sejak jaman restorasi Meiji, sedangkan di era sebelumnya umumnya masyarakat biasa tidak memiliki nama keluarga. Sejak restorasi meiji, nama keluarga menjadi keharusan di Jepang. Dewasa ini ada sekitar 100 ribu nama keluarga di Jepang, dan diantaranya yang paling populer adalah Satou dan Suzuki.
Jika seorang wanita menikah, maka dia akan berganti nama keluarga, mengikuti nama suaminya. Namun demikian, banyak juga wanita karir yang tetap mempertahankan nama keluarganya.
Dari survey yang dilakukan pemerintah tahun 1997, sekitar 33% dari responden menginginkan, mereka diizinkan untuk tidak berganti nama keluarga.
Hal ini terjadi karena pengaruh struktur masyarakat yang bergeser dari konsep “ie” dalam tradisi keluarga Jepang. Semakin banyak generasi muda yang tinggal di kota besar, sehingga umumnya menjadi keluarga inti (ayah, ibu dan anak), dan tidak ada keharusan seorang wanita setelah menikah kemudian tinggal di rumah keluarga suami.
Tradisi di Jepang dalam memilih first name, dengan memperhatikan makna huruf Kanji, dan jumlah stroke, diiringi dengan harapan atau doa bagi kebaikan si anak.

China:

Wayang potehi

wayang potehi merupakan salah satu jenis wayang khas tionghoa yang berasal dari cina bagian selatan. Kesenian ini dibawa oleh perantau etnis tionghoa ke berbagai wilayah nusantara pada masa lampau dan telah menjadi salah satu jenis kesenian tradisional indonesia. Cerita yang ditampilkan berasal dari legenda rakyat tiongkok, seperti sampek engthay, sih djienkoei, capsha thaypoo, sungokong, dll.

Alat Musik Tradisional Alat musik tradisional Cina secara sederhana dapat digolongkan sebagai berikut: Alat musik gesek Erhu = Rebab China, badannya menggunakan kulit ular sebagai membran, menggunakan 2 senar, yang digesek dengan penggesek terbuat dari ekor kuda Gaohu = Sejenis dengan Erhu, hanya dengan nada lebih tinggi Gehu = Alat musik gesek untuk nada rendah, seperti Cello Banhu = Rebab China, dengan badan terbuat dari batok kelapa dengan papan kayu sebagai membrannya Alat musik petik Alat musik ini memiliki banyak senar, cara memainkannya dengan memukul Liuqin = Alat musik petik kecil bentuknya seperti buah pir dengan 4 senar Yangqin = dengan stik bambu sebagai pemukulnya Pipa = Alat musik petik berbentuk buah pir dengan 4 atau 5 senar Ruan = Alat musik petik berbentuk bulat dengan 4 senar Sanxian = Alat musik petik dengan badan terbuat dari kulit ular dan dengan leher panjang, memiliki 3 senar Guzheng = Kecapi yang memiliki 16 - 26 senar Konghou = Harpa China Alat musik tiup Dizi = Suling dengan menggunakan membran getar Suona = Terompet China Sheng = Alat musik yang menggunakan bilah logam dengan tabung-tabung bambu sebagai penghasil suara Xiao = Suling Paixiao = Pipa pen Alat musik pukul ( perkusi ) Paigu = Gendang yang terdiri dari satu set 4 atau lebih. Dagu = Tambur besar. Chazi = Simbal, cengceng. Luo = Gong. Muyu = Kecrek terbuat dari kayu.

Pada zaman kuno, bahasa Cina Klasik menjadi standard penulisan selama beribu-ribu tahun, tetapi banyak terhad kepada golongan sarjana dan cendekiawana. Menjelang abad ke-20, jutaan rakyat, termasuk yang di luar kerabat diraja buta huruf. Hanya selepas Gerakan 4 Mei baru bermulanya usaha beralih ke bahasa Cina Vernakular yang membolehkan rakyat biasa membaca kerana dirangka berasaskan linguistik dan fonologi bagi suatu bahasa lisan.Sebahagian besar budaya Cina berasaskan tanggapan bahawa wujudnya sebuah dunia roh. Berbagai-bagai kaedah penelahan telah membantu menjawab soalan, dan dijadikan pun alternatif kepada ubat. Budaya rakyat telah membantu mengisi kekosongan untuk segala hal yang tiada penjelasannya. Kaitan antara mitos, agama dan fenomena yang aneh memang rapat sekali. Dewa-dewi menjadi sebahagian tradisi, antara yang terpenting termasuk Guan Yin, Maharaja Jed dan Budai. Kebanyakan kisah-kisah ini telah berevolusi menjadi perayaan tradisional Cina. Konsep-konsep lain pula diperluas ke luar mitos menjadi lambang kerohanian seperti dewa pintu dan singa penjaga. Di samping yang suci, turut dipercayai yang jahat. Amalan-amalan seperti menghalau mogwai dan jiang shi dengan pedang kayu pic dalam Taoisme adalah antara konsep yang diamalkan secara turun-temurun. Upacara penilikan nasib Cina masih diamalkan pada hari ini selepas bertahun-tahun mengalami perubahan.

Pakaian bangsa China Sejarah kehadiran kaum China bermula dengan berkembangnya Melaka sebagi pusat perdagangan, diikuti Pulau Pinang dan Kula Lumpur. Kehadiran mereka ini membawa bersama bukan sahaja barangan dagangan untuk tukaran, tetapi jua adat resam, budaya dan corak pakaian tradisional mereka yang kemudiannya disesuaikan dengan suasana tempatan. Busana klasik China yang asalnya berlapis-lapis, sarat dengan sulaman benang emas dan sutera, kini masih boleh dilihat dengan diubahsuai mengikut peredaran masa dan kesesuaian. Jubah Labuh, Cheongsam, Baju Shanghai dan Samfoo kekal dipakai di dalam majlis dan upacara. Kebanyakannya masih dihasilkan dari negeri China menggunakan pabrik sutera dan broked yang berwarna terang dengan ragamhias benang emas dan perak.

Bahasa Bahasa China lisan terdiri daripada sebilangan dialek Cina sepanjang sejarah. Ketika Dinasti Ming, bahasa Mandarin baku dinasionalkan. Sengguhpun begitu, barulah ketika zaman Republik China pada awal abad ke-20 apabila kelihatan apa-apa hasil yang nyata dalam memupuk satu bahasa seragam di China. Pada zaman kuno, bahasa China Klasik menjadi standard penulisan selama beribu-ribu tahun, tetapi banyak terhad kepada golongan sarjana dan cendekiawana. Menjelang abad ke-20, jutaan rakyat, termasuk yang di luar kerabat diraja.
Indonesia:
Diindonesia sendiri tidak semua suku memiliki tradisi nama keluarga. Seperti Masayarakat jawa, mereka tidak memiliki nama keluarga. Tetapi suku di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi memiliki nama keluarga. Dari nama seseorang, kita dapat memperkirakan dari suku mana dia berasal, agama apa yang dianut dsb.
Baik di Jepang maupun di Indonesia dalam memilih nama (first name) sering memilih kata yang mensimbolkan makna baik, sebagai doa agar si anak kelak baik jalan hidupnya. Khusus di Jepang, banyaknya stroke kanji yang dipakai juga merupakan salah satu pertimbangan tertentu dalam memilih huruf untuk anak. Umumnya laki-laki di Jepang berakhiran “ro”, sedangkan perempuan berakhiran “ko”

Sastra Indonesia adalah sebuah istilah yang melingkupi berbagai macam karya sastra di Asia Tenggara. Istilah "Indonesia" sendiri mempunyai arti yang saling melengkapi terutama dalam cakupan geografi dan sejarah poltik di wilayah tersebut. Sastra Indonesia sendiri dapat merujuk pada sastra yang dibuat di wilayah Kepulauan Indonesia. Sering juga secara luas dirujuk kepada sastra yang bahasa akarnya berdasarkan Bahasa Melayu (dimana bahasa Indonesia adalah satuturunannya). Dengan pengertian kedua maka sastra ini dapat juga diartikan sebagai sastra yang dibuat di wilayah Melayu (selain Indonesia, terdapat juga beberapa negara berbahasa Melayu seperti Malaysia dan Brunei), demikian pula bangsa Melayu yang tinggal di Singapura.
KESIMPULAN
Perbandingan  antara negara indonesia, jepang dan china memiliki banyak perbedaan kebudayaan.
hal ini disebabkan karena adanya perbedaan karakteristik ketiga bangsa.





Modernisasi di Indonesia

Globalisasi adalah proses integrasi internasional yang terjadi karena pertukaran pandangan dunia, produk, pemikiran, dan aspek-aspek kebudayaan lainnya. Kemajuan infrastruktur transportasi dan telekomunikasi, termasuk kemunculan telegraf dan Internet, merupakan faktor utama dalam globalisasi yang semakin mendorong saling ketergantungan (interdependensi) aktivitas ekonomi dan budaya. Modernisasi adalah akibat dari adanya globalisasi. Secara historis, modernisasi merupakan suatu proses perubahan yang menuju pada tipe sistem-sistem sosial, ekonomi, dan politik yang telah berkembang di Eropa Barat dan Amerika Utara pada abad ke-17 sampai 19. Sistem sosial yang baru ini kemudian menyebar ke negara-negara Eropa lainnya serta juga ke negara-negara Amerika Selatan, Asia, dan Afrika.
                Modernisasi dalam arti farfiah  adalah proses menjadi masyarakat tradisional  menjadi masyarakat modern. Ini berarti proses perubahan  masyarakat dari masyarakat tradisional menjadi masyarakat modern. Modernisasi adalah suatu gejala sosial  yang dapat kita amati tanda-tandanya dalam kehidupan  masyarakat. Kita dapat melihat wujud proses modernisasi tersebut dalam  perkembangan masyarkat di dunia maupun di Indonesia.
Menurut J.W Schoorl (1981) gejala modernisasi tidak bias  di definisian  hanya dalam satu atau dua kalmia karena gejala modernisasi melputi banyak  aspek kehidupan. Kita dapat mengetahui apa yang dimaksud dengan modernisasi  hanya kalau kita mengenali  berbagai aspek tersebut.
Dari aspek ekonomi, gejala modernisasi dapat dilihat dari tumbuhnya  komplek industri secara besar-besaran yang mengadakan  produksi   barang-barang  konsumsi  dan barang-barang sarana produksi  secara masal. Ini berarti  tumbuhnya organisasi-organisasi yang komplek  untuk mendirikan,. Menyelenggarakan dan  mengembangkan aparat produksi itu serta mengadakan pembelian  bahan-bahan  baku  dan penjualan  produknya. Pengertian modernisasi kurang lebih sama dengan pengertian industrialisasi.
Aspek sosial gejala industri dapat dilihat dari tumbuhnya kelompok-kelompok baru dengan  posisi sosial dan ekonomi  yang sama dan mempunyai semacam kepentingan bersama. Kelompok-kelompok itu  merupakan kelas-kelas sosial baru. Kaum budak, kelas petani, penyewa tanah dan buru tani dalam masyarakat modern  amat berkurang jumlah dan perannya. Hal ini juga berlaku untuk kelompok perajin, sebaliknya, kelas  terdidik, serta kelas menager bertambah jumlah dan peran.
Dari aspek politik, gejala modernisasi dapat dilihat dari munculnya Negara nasional  yang memiliki kekuasaan politik pusat. Kekuasana politik pusat itu tidak berhubungan   dengan agama dan kepentingan atau disebut sekulerisasi. Modernisasi juga terlihat dari bertambahnya luas dan banyaknya tugas-tugas birokrasi pemerintahan Negara juga dalam rasionalisasinya. Hal ini merupakan bagian dari suatu  proses diferensiasi umum yang menyebabkan lahirnya  lembaga-lembaga politik yang semakin  khusus dengan fungsi-fungsi yang semakin khusus pula.
Dari aspek budaya, gejala modernisasi  dapat diamati  dari gejala munculnya sistem kepercayaan danpandangan dunia yang berubah sifatnya dari semula bersifat mistik dan magis menjadi lebih rasional. Bersamaan dengan itu, terjadilah semacam sekulerisasi. Hal itu berarti bisdang-bidang kehidupan yang berbeda, dan aktifitas-aktifitas yang penting  sifatnya lebih terpecah-pecah dan lebih mandiri. Agama dan pandangan hidup juga berkurang  kaitanya dengn aktivitas-aktivitas sosial  ekonomi dan politik.
Dari uraian diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa modernisasi mencakup banyak aspek kehidupan. Meskipun demikian bukan berarti kita tidak bisa memberikan pengertian  modernisasi yang mencakup sebuah gejala tersebut. Melihat-aspek-asek modernisasi diatas, kita dapat menyimpulkan  bahwa modernisasi tidak tidak lain merupakan penerapan pengetahuan rasional dan  ilmiah terhadap semua aktivitas disebuah bidang kehidupan atau terhadap  semua aspek  masyarkat. Masyarkat dikatakan lebih atau kurang menerapakan pengetahuan dengan cara-cara  yang dapat dipertnggung jawabkan  secara ilmiah. Termasuk disini adalah penerapan sumber-sumber energi  tak bernyawa  atau alat-alat tehnologi  untuk memperbesar hasil produksi. Namun hal itu tidak hanya menyangkut pengetahuan  disegala bidang kihidupan atau menangani semua aktivitas manusia.
MODERNISASI MASYARAKAT INDONESIA
                Mengikuti pengertian modernisasi kita dapat mengamati modernisasi di Indonesia dalam bayak aspek kehidupan. Berikut ini kit akan membahas  berbagai aspek  modernisasi tersebut di Indonesia satu persatu.
1.    Modernisasi di Bidang Tehnologi dan Ekonomi
Modernisasi teknologi di Indonesia dapat ita lihat dalam perkembangan pemakaian ternologi, dari semua bersifat sederhana menjadi bersifat komplek ternologi dalam setiap  sektor kegiatan ekonomi produksi masyarakat Indonesia. Hal ini berkaitan pula dengan terjadinya proses indistrialisasi disetiap sektor ekonomi di Indonesia.
Di sector  pertanian kita dapat menyaksikan gejala modernisasi pada penggunaan tehnologi  baru disalam kegiatan produuksi  pertanian. Penggumnaan tehnologi  itu kemudian menggubah cara produksi, tehnik produksi  dan hubungan-hubungan sosial  di pedesaan.
Sebagaimana diketahui  dalam hasil penelitaian  tim Study  Dinamika Pedesanan (SDP) dan Survey Agro Ekonomi (SAE) dari Institut Pertanian Bogor (IPB) sejak awal tahun 1970 an  di Indonesia telah terjadi  proses modernisasi  di sector pertanian. Hal itu ditandai penerapan tehnologi pertanian modern seperti:
1.    Pengantian penggunaan tehnologi dari semula meggunakan pupuk kandang menjadi pupuk urea.
2.    Pemakain bibit padi jenis unggul menggantikan jenis local
3.    Pemakaian  traktor bibit  padi jens unggul menggnatikan jenis local,
4.    Pemkaian traktor pengganti bajak.
5.    Penerapan  teknik irigasi baru dan
6.    Penggunaan mesin penggiling padi  menggantikan timbul padi.

2.    Modernisasai di Bidang Sosial
                Modernisasi di bidang ssosial  mencakup perubahan cara berfikir dan berperilaku, yang lebih rasional, efisien, individu dan pragmatis untuk mencapai tujuan yang telah direncankan  secara sistematis. Banyak seakli actor penyebab terjadinya  modernisasi social. Akan tetapi factor yang paling menonjol  di Negara  sedang berkembang  seperti Indonesia  adalah faktor  teknologi  dan perbubahan  teknik produksi ekonomi.
Di daerah perkotaan terjadi perubahan hubungan sosial yang disebabkan pekembangan industrialisasi di perkotaan. Sejak pelita 1 tahun 1970-an, pembangunan industri lulai digalakan sehinga berkembangan menjadi  berbagai jenis industri kecil, menengah dan besar di Indonesia. Munculnya berbagai  macam pabrik industri tersebut menimbulkan perubahan di dalam dua macam, yaitu masyarakat perkotaan yang berbasis ekonominya pada sektor  industri dan masyarakat pedesaan atau daerah pinggiran kota yang basis ekonominya pada sektor pertanian.
Modernisasi sosial dapat pula terjadi karena pengetahuan anggota masyarakat semakin meningkat. Peningkatan engetahuan itu seaga akbat  tingkat pendidikan dan kemampuan  memperoleh informasi. Perkembangan tehnologi  di bidang informasi dan komunikasi dapat mengubah pola pikir masyarakat menjadi lebih modern dan dinamis. Pendidikan anggota masyarakat menjadi  lebih terbuka dan kreatif dalam menerima unsur-unsur baru kemajuan.
3.    Modernisasi di Bidang Politik
Gejala modernisasi di bidang poitik  di Indonesia dapat dari munculnya birokrasi dan administrasi  pemerintahan yang baru dan pembentukan lembaga-lembaga politik modern. Modernisasi sistem politik  merupakan suatu sistem yang dijadikan  kerangka untuk mentapkan dan melaksanakan kebijaksanaan tujuan-tujuan yang  oleh masyarakat dianggap merupakan kepentingan umum.
Dalam pengetian ini proses modernisasi politik d Indonesia dapat dilihat pada gejala sebaai berikut:
Diferensiasi Struktur Politik
Timbulnya struktur  yang khas untuk keperluan  fungsi-fungsi politik  tertentu disebut diferensiasi struktur politik. Hal itu dapat dilihat dasar tumbuhnya organsasi-organisasi untuk tujuan politik, antara lain lembaga perwakilan, pembuatan undang-undang, pelaksanaan  keputusan, pemeliharaan sistem politik.
Rasionalisasi Kebdayaan Politik
Rasionalisasi kebudayaan politik adalah perubahan pandang tetang fungsi dan cara kerja lembaga politik,  khususnya tentnag shah tidaknya kekuasaan, yang semakin lama semakin  bersifat  rasional dan fungsional. Rasionalisasi  ini menggantikan  sistem kekuasan berdasarkan  kharisma dan atas dasar keturunan bangsawan yang berlaku  di zaman kerajaan.
Contoh, dahulu di zaman raja dipandang sah atas dasar keturunan dan pemilikan benda keramat warisan nenek moyang pendiri kerjaan yang memberi kekuatan kharisma tertentu.
Peningkatan Partisipasi Politik
Partisipasi anggota masyarakat dalam politik meningkat karena  beberapa hal yaitu sebagai berikut:
(1)    Integrasi Masyarakat lokal dalam politik nasional semakin besar.
(2)    Media komunikasi yagn semakin berkembang  pesat
(3)    Ketergantungan fungsi politik diantaranya organisasi dan kelompok politik semakin besar.
Dalam proses modernisasi politik, kekuatan-kekuatan sosial baru tersebut harus diberi diberi tempat dalam partisipasi politik agar kapasitas politik masyarakat untuk memecahkan kehidupan  politik bersama semakin besar.
4.    Modernisasi di Bidang Agama dan Kepercayaan
Modernisasi di bidang  agama dan kepercayaan merupakan bagian dari modernisasi masyarakat tehadap hidup dan kepercayaan  mereka. Modernisasi kebudayaan  masyarakat dapat kita lihat dalam perubahan-perubahan, baik materiil maupun idiil.
Dalam pengertian umum, modernisasi  budaya materiil adalah gejala kemajuan atau produk benda seni budaya dari  tradisi menjadi  lebih  modern. Pmebuatan benda seni  secara tradisional, seperti patung primitive, arsitektur tradisional, mengalami perubahan menjadi lebih modern, seperti bentuk patung kontemporer, arsitektur modern dan produk modern yang lain.
Modernisasi budaya idiil merupakan perubaan–perubahan cara berfikir manusia dari  berfikir mistik dan religius menjadi berfikir  rasional  dan  sekuler Dalam proses ini di dalamnya termasuk memudaarkan tradisi social yang semula diterima apa adanya dan dijadikan acuan perilaku sehari-hari tanpa ada keraguan, berganti  dengan kebebasan setiap  orang  untuk   untuk berfikir  madiri, rasional dan mengambil inisiatif  untuk meraih  suatu kepentingan tertentu dengan cara-cara  yang baku  berdasarkan  suatu  pertimbangan ilmiah. Cara berfikir  magis dan mistik  yang mengikuti tradisi  tertentu  disebut  cara berfikit tradisional. Adapun cara berfikir berdasarkan  rasionalitas  dan kebebasan orang disebut cara berfikir modern. Proses perubahan  dari cara berfikir tradisional menuju cara berfikir modern merupakan salah satu  bentuk  gejala modernisasi budaya masayrakat manusia.
Dari pengertian Van Perusen tersebut, terlihat bahwa modernisasi agama dan kepercayaan terbagi  dua macam, yaitu agama dan kepercayaan yang mewujud dalam bentuk materiil dan spiritual. Modernisasi keprcayaan di Indonesia  dalam bentuk materiil daapat dilihat dari berkembangknya tempat dan sarana peribadatan modern. Dalam modernisasi agama dan kepercayaa  yang bersifat idiil, masyarakat  sekarang sudah banyak yang meninggalkan  cara  berfikir kultus individual, mistik, dan magis di dalam agama dan kepercayaan  mereka menuju  ke cara berfikir yang rasional dan mandiri.
Dalam proses modernisasi jenis ini terlihat perubahan-perubahan berikut:
Upacara spiritual   yang sacral diganti dengan kegiatan organsisi yang fungsional.
Praktik perdukunan diganti dengan pengobatan kedokteran modern.
Diyakini bahwa semua hari adalah  baik bergantung pada cara memanfaatkannya.
Tidak ada lagi pandangan adanya  musim baik atau musim buruk, tetapi semua keuntungan  dan kerugian  bisa diperhitungkan  menurut ukurna teknik dan cara baku.
Proses modernisasi semacam itu diantaranya didorong oleh meningkatnya tingkat  pendidikan masyarakat dan berkembangnya penggunaan media informasi dan komunikasi modern.

masyarakat Indonesia ayng telah mengalami  perubahan diberbagai aspek  kehidupan  akibat adanya modenisasi. Untuk itu, upaya yang harus  dilakukan Indonesia  adlah meningkatkan kualitas  sumber daya manusia di segala aspek kehidupan  agar tercipta masyarakat Indonesia yang cerdas dan bertanggung jawab.